Hari ini, kembali aku membuka mata..
Bernafas dengan sesaknya,
Merindu dengan dalamnya,
Bersyukur dengan harunya,
Mencintai dengan penuhnya..
Halo. Dimanapun saat ini kamu berada, percayalah.. doa ku menyertai mu. Kali ini, aku beranikan diri untuk berlapang dada dalam kekalahan ku yang amatlah nyata. Di tempat lain, ada wanita yang juga begitu mencintai mu. Bahkan mungkin lebih dari tulusnya cinta ku pada mu. Dia, sanggup memberikan seluruh raganya, untuk merengkuh hati mu.
Dalam derap langkah kaki, aku kembali kepada kenyataan hidup yang tak begitu ku rindukan. Aku terbangun dari mimpi yang lama membuai lelap malam ku.
Cinta..
Berbahagialah dalam hidup mu..
Raihlah cita dan cinta mu..
Kasihilah orang yang begitu menyayangimu..
Walau, bukan aku bagian dalam hidup mu.
Walau, bukan aku yang menemani pencapaian mu.
Dan..
Walau, pasti bukan aku yang akan kau kasihi.
Senyum ku terus menyimpul, kala ku ingat manis cara mu memperhatikan setiap sikap ku. Sikap yang sama kerasnya dengan isi hati mu. Usap tangan mu pada helai rambut ku dengan peluk cinta yang amat aku dambakan. Hingga tanpa sadar ku teteskan air mata bahagia yang perlahan membasahi sisi wajah ku. Kau seka air mata itu, dengan senyum yang seakan berkata, "Hentikan tangis itu, aku bersama mu."
Manis, bukan? Sayangnya, ini harus terkubur usang dalam memory ku..
Cinta ku terhenti dalam perang yang belum juga ku rampungkan. Di sudut lain kota ini, ada dia yang begitu menanti peluk mu. Maka... Pergilah-
Teruntuk, kamu..
Pengisi malam ku, di bentangan langit luas.
-Bintang, Senja-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar