Halo jomblo-jomblo bahagia! Gimana harinya? Baikkah? Enggak mungkin, ya.. Namanya juga jomblo. Hus.. gak boleh marah gitu, ah. Pantesan jomblonya gak kelar-kelar, gede di ambek, sih--- Eh... kepancing kan, nih. Udah, ah. Hari ini aku gak mau ngomongin jomblo. *Pengalihan*
Bicara aturan-peraturan, setuju gak sih sama kalimat; "Peraturan ada untuk dilanggar."? Kontroversi emang, ada yang setuju ada yang enggak. Bebas, sih.. Tapi, mari kita lihat fakta lapangan:
1. Aturannya, naik motor harus pakai helm-- tapi dilanggar.
2. Aturannya, Ujian Nasional harus jujur-- tapi dilanggar.
3. Aturannya, hubungan intim satu pasangan setelah menikah-- tapi dilanggar.
4. Aturannya, ... ... ... ... ...
Sampe,
5. Aturannya, nyari pacar yang sama-sama jomblo-- tapi dilanggar... malah ambil punya temen. *ups.
Yang ke-5 abaikan aja, aku yakin kalian ga ada yang seperti itu, kan? Good... Ha? Apa? Ada? Sila keluar dari link ini!
Masih banyak aturan-peraturan lain yang harusnya ditaati tapi tidak pada kenyataannya. Pertanyaannya adalah; "kenapa kita begitu menikmati melanggar aturan-aturan tsb?" He--? Menikmati? Maksudnya, Pas? Jangan aneh-aneh duluk... Yaelah, mblo.
Gini, kita itu bukan gak tau apa yang bakal kita lakuin. Kita bukannya gak tau, kalo yang kita lakuin itu salah atau enggak. Dan kita juga bukannya gak tau kalo, melanggar satu aturan yang tertera pasti ada hukumannya.
Tapi, kita masih juga melanggarnya, bukan? Contoh paling gampang gini, deh... Bangun pagi. Aturannya adalah kita harus bangun jam 5 pagi karena harus berangkat jam 6-nya. Kalo kita udah bangun jam 5 tapi masih leyeh-leyeh karena males, ya hukumannya adalah kita telat. Molor dari waktu berangkat yang udah kita tentuin sebelumnya.
Berarti jelas secara sadar kita ngelakuinnya. Walau ketika mendapat hukuman kita lempar batu sembunyi tangan. Gak mau terima, marah-marah sendiri, katrok, norak, kampungan. Jadi yang nulis juga baru ngalamin. Petaka banget.. Ceritanya gini;
*Uts sedang berlangsung di Kampus*
Dosen : "Heh kamu!" Menunjuk ke arah ku.
Aku : "Iya, buk?"
Dosen : "Kamu tau kan peraturan di kampus ini?" Hampir memuncak emosinya.
Aku : "Tau, buk.."
Dosen : "Terus kenapa kamu masih pake sendal yang memperlihatkan setengah kaki mu?"
Aku : *nunduk, diem, lemes*
Dosen : "KELUAR!"
*kemudian hening* #HalahGaul
Jadi, di kampus itu ada 2 peraturan yang sampe saat ini masih ga ngerti tujuannya apa.
Pertama, harus pakai kemeja atau kaus berkerah.
Kedua, ya itu tadi, pakai sepatu tertutup.
Alesannya? AKIK GAK TAHU, CINT! Singkat cerita, gue harus keluar dan beli sepatu untuk Ujian mata kuliah terakhir yang cuma tinggal beberapa menit. Ngeselin abis........ Sebenernya gak akan jadi masalah kalau peraturannya itu rata di berlakukan oleh semua dosen. Karena, yang pakai sepatu kebuka itu bukan cuma gue. Ba-nyak! Sayangnya, gak semua dosen sama. Ya, kalau dosennya nyantai dia gak bakal masalahin. Cuma, apeslah gue saat itu. Kebagian dosen yang angot. Ilahh~~~
Cerita gue buat contoh, deh. Maybe, kenapa peraturan jadi sering dilanggar juga karena alesannya ya itu... "Buat apa ada peraturan kalau hukumnya aja masih belum teratur"
Ih ngomong apa sih, gue. Lagi random banget niy otak gueeeeee. Ah. Iya mikirin kamu.. Yaelah. Udah, ah.
-Bintang, Senja-