Kamis, 15 Mei 2014

Beri judul sesuka mu.

Kepada kamu yang sudah lama menghuni hati dan jiwa..
Sudahkah kamu merasakan cinta yang aku punya?

Tapak kaki terus menyusuri pasir putih ini. Sesekali ku tengok laut yang tak berujung. Layaknya cinta kepada mu, mungkin aku sedang mengarunginya demi menemui titik akhir, untuk menyandarkan perahuku di bibir pantai mu. Dan, ya.... tak kunjung ku temui titik itu.
Kalaulah kamu sudah melihat ku dari kejauhan, tak inginkah engkau mengajak aku mampir, hanya untuk menemani mu menikmati langit senja? Walau sebenarnya, aku inginkan lebih.
Itulah sedikit gambaranku tentang; 'aku' dan 'kamu'.

Jika mencintaimu adalah dosa yang sangat besar, maka mungkin ketika mati nanti, Tuhan tak perlu repot menimbang-nimbang amalku.

Entah apa yang merasuki aku. Seperti tidak sadar, aku mencintai mu. Rasa ini tidak hanya sekedar ada, tapi penuh dan menyesakan dada. Bodohnya, aku hanya menyimpannya saja-
~ Bukan tak pernah ku berniat mengatakannya, hanya saja lidah ini kelu tiap kali mencobanya.
~ Bukan karena alasan aku seorang perempuan, hanya saja beraniku belum juga mengungkapkan.

Soal cinta dan airmata, adalah dua hal yang sulit ku pisahkan saat ku biarkan hatiku untuk mengasihimu. Mungkin kamu sudah mengetahuinya, tapi berpura-pura tak melihatnya. Aku juga tak dapat memaksamu untuk mengerti segalanya.

Aku adalah wanita yang memiliki ambisi luar biasa untuk meraih pencapaianku. Tapi tidak tentang kamu. Semangatku seperti luntur terbias hujan. Kata emansipasi seperti tak terbaca oleh mata. Aku seperti gadis pada zaman Siti Nurbaya yang tidak mampu menolak perjodohan. Aku benar-benar lemah.

Andai saja mata dapat berkata, dan hati mampu mengekspresikan cinta. Aku akan memohon kamu untuk duduk di hadapanku, memandangi aku dari kepala hingga kaki untuk sejenak, agar pesan itu tersampaikan.

Jarak bukanlah masalah, tapi ada tembok besar yang memisahkan kita. Ialah, gengsi yang bertumpukan hingga sangat sulit dihancurkan. Aku dengan rasa maluku, kamu dengan ego mempertahankan hal yang kau sebut dengan persahabatan..

Banyak orang bilang, dewasa kini tak perlu kita melabelkan hubungan dengan status berpacaran. Aku sendiri tidak mengerti apa artinya kata itu. Hanya saja wanita butuh kejelasan.
Ada masanya aku akan cemburu;
Jika ada yang memperhatikan mu, selain aku.
Jika ada yang memberi mu semangat, selain aku.
Jika ada yang mencoba mencintai mu, selain aku.
  Dan ketika itu, tak ada hal yang mampu ku lakukan. Karena, aku dan kamu tak pernah menjadi kita.
Aku-tidak-berhak.

Tahukah kamu, menunggu adalah hal yang membosankan. Sekali lagi, ini bukan perkara aku perempuan. Ku rasa sudah berbagai cara aku menunjukan. Lalu, kapan kau sudahi penantian?
Sebelum semua terlambat.

-Bintang, Senja-

4 komentar:

  1. TOP deh!! galau mode on
    tapi gue suka.. ini jujur banget kayaknya o:) hehe

    BalasHapus
  2. Ehehe. Aku tiap hari curhat mulu emang! Hueheee:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe
      jangan sedih mulu ya
      gue tunggu cerita lanjutannya saat lo udah sampai di bibir pantai itu dan menikmati senja bersama.. oke? ;)

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus